Rabu, 11 Januari 2012

Tips Menghilangkan Stress

Jangan biarkan stress dan pikiran negatif mengubah anda menjadi murung, tetaplah gembira dengan latihan kepribadian berikut ini:
Tetap tersenyum
Usahakan tetap tersenyum betapapun anda memiliki hari-hari yang tidak menyenangkan. Hal ini mungkin terasa seperti terpaksa saat itu tapi anda kemudian akan terheran-heran begitu besar senyum dapat meningkatkan spirit anda.
Pandai mengontrol diri
Ekspresi wajah merupakan salah satu tanda yang menggambarkan perasaan anda yang paling mudah dikenali. Usahan ekspresi mimik muka anda netral sekalipun ketika anda tengah marah atau stress dan jangan biarkan dahi berkerut karena kerutan itu perlahan-lahan akan membuat anda nampak lebih tua.
Tetap berkomunikasi
Menutup dan menolak berkomunikasi secara emosio hanya bakal membuat masalah lebih runyam jika hari-hari anda telah penuh dengan kegelisahan dan ketegangan. Tidak masalah apapun situasinya, cobalah membuat segala sesuatu mudah dan teratur dengan membiarkan berkomunikasi kepada teman atau rekan kerja anda.
Rasakan perasaan orang
Pikirkan bagaimana anda ingin diperlakukan orang lain sebelum anda memuntahkan perasan kesal pada orang lain. Tak ada seorangpun di sekitar anda yang ingin menjadi objek cemberut anda. Jika anda tidak ingin diperlakukan seperti itu, jangan memperlakukan orang lain seperti itu.
Miliki rasa humor
Seberapapun beratnya hari-hari anda, cobalah untuk tidak menghilangkan perasaan humor. Tertawa itu baik bagi jiwa dan membantu membuat orang di sekitar anda merasa lebih baik dan tujukan anda memiliki kepribadian baik.

Kiat Melindungi Jantung di Usia 20 dan 30 Tahun

Penyakit jantung kini makin banyak diderita orang berusia produktif. Meski begitu sebenarnya penyakit ini bisa dicegah.  Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

Di Usia 20 Tahun

- Kurangi kalori

Ganti kebiasaan Anda mengonsumsi yang berkadar gula tinggi seperti minuman bersoda, jus atau sport drink dengan air putih. Penelitian menunjukkan orang yang memperoleh asupan kalori dari gula tambahan biasanya kurang mengonsumsi serat, kalsium, zat besi, dan vitamin dari makanan mereka. Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula juga akan menyebabkan kita kegemukan sehingga lebih beresiko pada tekanan darah tinggi dan diabetes.

- Berhenti merokok

Berhenti merokok merupakan langkah utama untuk melindungi jantung. Di usia remaja, merokok dianggap sebagai hal yang keren, namun di usia 20-an, banyak orang yang merokok untuk menghilangkan stres. Menurut Malissa Wood, dari American Heart Association berhenti merokok di usia 20 tahun jauh lebih mudah di banding di usia selanjutnya.

- Ketahui riwayat keluarga

Bila ayah menderita serangan jantung sebelum usia 55 tahun dan ibu sebelum 65 tahun, atau ada anggota keluarga yang mati muda karena penyakit jantung, risiko Anda akan menjadi tinggi.

Di Usia 30 Tahun

- Jaga berat badan

Di usia 30 tahun biasanya tingkat ekonomi seseorang mulai mapan. Pastikan Anda tidak terlena dengan melupakan kesehatan. Lakukan olahraga secara rutin dan jaga asupan kalori.

- Kelola stres

Lakukan aktivitas yang Anda sukai setidaknya 15-20 menit setiap hari. Misalnya saja meditasi, membaca buku, atau bermain bersama hewan peliharaan. Kegiatan yang membuat Anda lebih rileks sangat disarankan untuk meredakan stres.

- Tes kesehatan

Lakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah kadar kolesterol dan gula darah Anda sesuai standar normal. Selain itu ukur pula tekanan darah dan berat badan secara teratur. Konsultasikan pada dokter langkah-langkah yang diperlukan bila hasil pemeriksaan Anda di luar batas normal.

*salam sehat selalu, momsweety*

Siap Menjadi Orangtua

Tidak ada yang mengatakan secara detil, tantangan dan masalah yang Anda hadapi setelah punya anak. Tetapi yang mutlak dimiliki calon ayah dan ibu: kesiapan psikologis dan mental.

Ingin segera punya anak setelah menikah, tentu tak ada yang melarang. Tetapi tahukah Anda, punya anak bukan sesuatu yang mudah! Banyak pasangan suami-istri kaget, "syok" dan terpana ketika impian untuk hamil terwujud, tetapi jauh dari indahnya mimpi.

Kesiapan mental dan psikologis jadi modal utama calon ayah dan ibu yang ingin punya anak. Bahkan, jauh sebelum kehamilan terjadi, calon ayah dan ibu harus benar menyadari lebih dulu hakikat, konsekuensi dan makna kehadiran anak di dalam keluarga.

Tanggung jawab seumur hidup. Menjadi ayah dan ibu bukanlah urusan yang berkaitan dengan tradisi turun-temurun, urusan pribadi atau status sosial semata. Menjadi orang tua adalah sebuah "profesi". Ketika anak hadir, maka ada peran baru untuk Anda dan pasangan. Ada tanggung jawab baru. Anak adalah komitmen seumur hidup yang wajib Anda asuh, sayang, dan lindungi bersama pasangan. Pastilah Anda dan pasangan sempat "grogi" saat menyadari akan punya tanggung jawab baru. Tapi tak usah berkecil hati, apalagi kurang pede jadi ayah dan ibu. Ada banyak hal menyenangkan dan memuaskan dengan hadirnya anak dalam keluarga.

Pasti ada perubahan. Apa yang berubah jika anak akan hadir? Tentu saja calon ibu hamil, dan calon ayah pun bersiap menjadi ayah sungguhan! Perubahan sudah pasti terjadi akibat  kehamilan ibu dan persiapan ayah menyiapkan semua fasilitas untuk menyambut bayi. Untuk calon ibu, siapkah Anda menghadapi perubahan bentuk tubuh yang 'luar biasa'? Tak jarang perubahan bentuk tubuh cenderung memengaruhi citra diri ibu. Tantangan lain, dalam kondisi hamil, calon ibu menjadi sangat peka, dan cenderung tidak percaya diri terhadap perubahan bentuk tubuh.

Buat calon ayah, bersiaplah hadapi perubahan sikap dan suasana hati ibu hamil. Sejak awal, bahaslah kemungkinan terjadinya hal ini agar masing-masing berusaha mencari cara tepat untuk mengatasi jika masalah semacam ini terjadi. Dukungan calon ayah sangat diperlukan terkait dengan perubahan bentuk tubuh calon ibu. Yakinkan calon ibu, berbagai perubahan itu hanya bersifat sementara dan demi kesehatan serta tumbuh-kembang janin.

Tantangan ketika anak hadir di tengah Anda dan pasangan tentu saja masih berderet. Tak perlu cemas dan khawatir Ayah dan Bunda! Selama Anda berdua selalu terbuka, saling mendukung dan siap secara psikologis-mental, semua masalah pasti akan dihadapi dan bisa  diatasi bersama!